PENYAKIT DAN KELAINAN TIDAK LANGSUNG YANG MENYERTAI KEHAMILAN

A. PENYAKIT DARAH
Frekuensi
Frekuensi cukup tinggi, terutama di negara-negara berkembang, yaitu 10-20%
Penyebab
– Kurang gizi
– Kurang zat besi
– Malabsorbsi
– Kehilangan banyak darah
– Penyakit kronis : tbc, cacing usus, dll
Pengaruh Anemia pada Kehamilan, Persalinan, dan Nifas
– Keguguran
– Partus prematurus
– Inersia uterus dan partus lama
– Atonia uteri
– Syok
– Afibrinogenemia dan hipofibrinogenemia
– Infeksi intrapartum dan nifas
– Payah jantung pada anemia gravis
Klasifikasi
Anemia Defisiensi Besi (62,3%)
Pengobatan : – sulfas ferosus atau glukonas ferosus oral
– im / iv jika absorbsi di pencernaan kurang baik

Anemia Megaloblastik (29%)
Penyebab : kekurangan asam folik, biasanya karena malnutrisi dan infeksi kronis
Pengobatan : – asam folik
– vitamin B12
– sulfas ferosus
– transfusi darah pada kasus berat

Anemia Hipoplastik (8%)
Penyebab : hipofungsi sumsum tulang karena infeksi berat, keracunan, sinar rontgen dan radiasi
Pengobatan : transfusi darah berulang

Anemia Hemolitik (0,7%)
Penyebab : penghancuran sel darah lebih cepat dari produksinya
Pengobatan : transfusi darah berulang

B. PENYAKIT KARDIOVASKULER
– Pengaruh kehamilan terhadap penyakit jantung :
Saat-saat berbahaya adalah pada kehamilan 32-36 minggu ( hipervolemia), kala II ( mengedan perlu kerja jantung yang berat), pasca persalinan (darah dari plasenta kembali ke sirkulasi ibu), dan masa nifas (resiko infeksi)
– Pengaruh penyakit jantung pada kehamilan :
Abortus, prematuritas, dismaturitas, lahir Apgar rendah, lahir mati, kematian janin dalam rahim

Klasifikasi NYHA
Kelas I : – tanpa gejala pada kegiatan biasa
– tanpa pembatasan aktifitas
Kelas II : – sedikit terganggu
– sedikit dibatasi aktifitasnya
Kelas III : – jelas terganggu
– gejala muncul dalam aktivitas normal
Kelas IV : – sangat terganggu
– gejala muncul saat istirahat
Tata Laksana
o Pasien kelas I dan II dapat meneruskan kehamilan dan bersalin per vaginam, namun dengan pengawasan yang baik
o Pereda nyeri yang adequat
o Penempatan posisi lateral kiri dengan oksigen suplemental
o Oksimetri denyut nadi dan pemantauan EKG
o Pemantauan asupan dan keluaran cairan
o Pertimbangkan pemantauan hemodinamika invasif pada NYHA III dan IV
o Pertimbangkan pemendekan kala II secara elektif

C. HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN
Insidensi
Penyebab kematian kedua tersering di negara maju, dan mencakup 15% dari semua kematian ibu
Klasifikasi
1. Hipertensi Kronik
– Definisi : hipertensi sebelum sebelum usia gestasi 20 minggu atau yang pertama kali didiagnosis setelah umur kehamilan 20 minggu dan hipertensi menetap sampai 12 minggu pasca persalinan
– Komplikasi : meningkatkan resiko preeklampsia, pertumbuhan janin terhambat, abruptio plasenta, dan lahir mati
– Tata Laksana : antihipertensi, kecuali ACE inhibitor dan diuretik
2. Hipertensi Kronik dengan Preeklampsia Superimposed
– Definisi : hipertensi kronik yang disertai tanda-tanda preeklampsia atau proteinuria
– Diagnosa : a) adanya proteinuria, gejala neurologik, nyeri kepala hebat, oedem anasarka, gangguan visus, oligouria, edema paru; b) kelainan laboratorium berupa kenaikan serum kreatinin dan transaminase serum hepar, serta trombositopenia
3. Hipertensi Gestasional
– Definisi : hipertensi yang timbul pada kehamilan tanpa disertai proteinuria dan hipertensi menghilang 3 bulan pasca persalinan atau kehamilan dengan tanda-tanda preeklampsia tetapi tanpa proteinuria
4. Preeklampsia
– Definisi : hipertensi yang timbul setelah 20 minggu kehamilan disertai dengan proteinuria
Preeklampsia Ringan
– Diagnosa : Hipertensi : sistolik/diastolik ≥ 140/90 mmHg
Proteinuria : ≥ 300 mg/ 24 jam atau ≥ 1 + dipstik
Edema : edema lokal tidak masuk dalam kriteria, kecuali edema pada lengan, muka, dan perut, edema generalisata
– Tata Laksana :
Persalinan segera setelah usia gestasi yang cukup tercapai
Preeklampsia Berat
– Diagnosa :
Bila ditemukan satu atau lebih gejala sebagai berikut :
 TD sistolik ≥ 160 mmHg dan TD diastolik ≥ 110 mmHg
 Proteinuri lebih dari 5g/24 jam atau 4 +
 Oligouria ( produksi urin 37 minggu, atau terdapat tanda impending eclampsia, solusio plasenta, timbul onset persalinan, dan kegagalan terapi pada perawatan konservatif, maka dilakukan terminasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: