PATOLOGI NEONATUS

ASFIKSIA

Adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernapas secara spontan dan teratur setelah dilahirkan. Asfiksia dalam kehamilan dapat disebabkan karena penyakit infeksi akut atau kronis, toksemia gravidarum, anemia, cacat bawaan, atau trauma. Asfiksia dalam persalinan disebabkan karena kekurangan O2 (partus lama, perdarahan banyak, prolapsus), atau paralisis pusat pernapasan.

Diagnosis

Khas : adanya hipoksemia, hiperkapnea, dan asidosis metabolik

In utero :

–     DJJ ireguler dan frekuensi > 160x per menit atau <100x per menit

–     Terdapat mekonium pada air ketuban

–     Amnioskopi

–     CTG

–     USG

Setelah bayi lahir :

–     Bayi pucat, kebiruan, tak bernapas

–     Gejala neurologik seperti kejang, nistagmus dan tidak menangis

Penanganan

–     Beri bantuan respirasi dengan tekanan positif pada secondary apnea

–     Keringkan bayi dan rangsang respirasi dengan mengusap punggung atau telapak kaki

–     Monitor komplikasi yang mungkin terjadi, yaitu hipoglikemia dan hipokalsemia

–     Beri inotrop (dobutamin) bila terjadi disfungsi jantung dengan atau tanpa vasopresor (dopamin) dosis rendah sampai sedang

–     Phenobarbital 15-20 mg/kg i.v bila kejang (singkirkan dahulu kemungkinan kejang karena hi[poglikemia/hipokalsemia), 5-10 mg/kg bolus dapat ditambahkan untuk mengontrol status epileptikus

–     Cek laboratorium ( analisa gas darah, LFT, serum creatinin, enzym jantung), MRI dan EEG untuk memprediksi kelainan perkembangan syaraf

 

KEMATIAN JANIN INTRAUTERIN

Adalah  kematian janin sebelum dilahirkan

Faktor Risiko

Mencakup usia ibu yang ekstrem, kehamilan kembar, kehamilan posterm, janin laki-laki, makrosomia janin (berat≥4500g)

Diagnosis

–     Gejala :

Jika kematian janin terjadi di awal kehamilan, tidak ditemukan gejala kecuali berhentinya gejala kehamilan yang biasa dialami. Di usia kehamilan selanjutnya, kematian janin harus dicurigai jika janin tidak bergerak dalam jangka waktu lama.

–     Tanda-tanda :

Ketidakmampuan mengidentifikasi denyut jantung janin setelah usia gestasi 12 minggu dan atau tidak adanya pertumbuhan uterus.

–     Laboratorium :

Penurunan kadar hCG

–     Pemeriksaan Radiologis :

Pada USG tidak ada denyut jantung janin setelah usia gestasi 6 bulan. Temuan sonografi lain mencakup edema kulit kepala dan maserasi janin.

 

IUFD Janin Tunggal

Riwayat

Periode laten (periode dari kematian janin hingga kelahiran) bervariasi tergantung penyebab dan usia gestasi. Semakin muda usia gestasi, periode laten semakin panjang. > 90% ibu akan mengalami persalinan spontan dalam waktu 2 minggu setelah kematian janin.

Etiologi

–     50% idiopatik

–     Komplikasi medis ibu ( hipertensi, preeklampsia, DM)

–     Komplikasi plasenta ( plasenta previa, abruptio plasenta)

–     Abnormalitas kromosom

–     Aliran sel darah merah transplasental janin-ibu

–     Sindrom antibodi antifosfolipid

–     Infeksi intra amnion

Komplikasi

20-25% bila janin yang telah mati dipertahankan, ibu akan mengalami DIC

Tata Laksana

–     Observasi

–     Kehamilan awal dapat diakhiri dengan dilatasi dan evakuasi. Kehamilan > 20 minggu paling aman diakhiri dengan induksi. Pematangan serviks mungkin diperlukan

–     Identifikasi penyebab kematian untuk konseling di masa depan

 

IUFD Satu Janin pada Kehamilan Kembar

Tata Laksana

–         Janin kembar yang masih hidup tergantung pada korionisitas ( derajat pembagian sirkulasi janin ) dan usia gestasi

–         Kondisi kesehatan janin dipantau teratur, jika ada tanda gawat janin, diindikasikan untuk segera dilahirkan

–         Kelahiran harus dipertimbangkan segera setelah kematangan paru terdokumentasi atau usia gestasi telah cukup

Prognosis

–         Prognosis janin yang bertahan hidup setelah kematian saudaranya bergantung pada penyebab kematian, usia gestasi, korionisitas, dan interval waktu kematian janin pertama dan kelahiran janin kedua

–         Kehamilan kembar dizigotik tidak memiliki sirkulasi bersama, sehingga kematian satu janin sedikit mempengaruhi janin yang selamat. Janin yang meninggal dapat diresorbsi sepenuhnya atau menjadi terkompresi dan bergabung ke dalam selaput ketuban

–         Pada kehamilan kembar monozigotik, terdapat pembagian sirkulasi, sehingga kematian janin akan menyebabkan kematian bayi kedua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: